Rabu, 27 November 2019

Teks ekplanasi

Teks Eksplanasi: Pengertian, Ciri, Struktur, Kaidah, Contoh


Pengertian Teks Eksplanasi 

Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses mengapa dan bagaimana suatu peristiwa alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan lainnya bisa terjadi. Suatu peristiwa baik peristiwa alam maupun sosial yang terjadi disekitar kita, selalu mempunyai hubungan sebab akibat dan proses.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

  • Strukturnya terdiri dari penyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi.
  • Informasi yang dimuat berdasarkan fakta (faktual).
  • Faktual tersebut memuat informasi yang bersifat ilmiah/keilmuan, contohnya sains.
  • Sifatnya informatif dan tidak berusaha untuk mempengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas.
  • Memiliki / menggunakan sequence markers. Seperti pertama, kedua, ketiga, dan sebagainya. Bisa juga menggunakan: pertama, berikutnya, terakhir.

Struktur Teks Eksplanasi

teks ini mempunyai 3 struktur yang membangunnya agar menjadi satu kesatuan yang utuh. Struktur nya:
  1. Pernyataan umum: berisi pernyataan umum mengenai topik yang akan dijelaskan proses proses terjadinya/proses keberadaan.
  2. Urutan Sebab Akibat: berisi mengenai detail penjelasan proses terjadinya yang disajikan secara urut atau bertahap dari yang paling awal hingga yang paling akhir.
  3. Interpretasi: berisi tentang kesimpulan mengenai topik yang telah dijelaskan.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Di dalam teks eksplanasi biasanya mengandung ciri kaidah kebahasaan berikut:
  • Fokus pada hal umum (generic), bukan partisipan manusia (nonhuman participants). Contoh: tsunami, banjir, gempa bumi, hujan, dan udara.
  • Dimungkinkan menggunakan istilah ilmiah.
  • Lebih banyak menggunakan verba material dan verba relasional (kata kerja aktif).
  • Menggunakan konjungsi waktu dan kausal. Contohnya penggunaan: sehingga, sebelum, pertama, jika, bila,  dan kemudian.
  • Menggunakan kalimat pasif.
  • Eksplanasi ditulis untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang diterangkan secara kausal itu benar adanya.

Contoh Singkat Teks Eksplanasi

Berikut ini contoh teks eksplanasi singkat mengenai gerhana bulan lengkap dengan struktur nya

Judul: Gerhana Bulan

1. Pernyataan Umum (Pembuka)
Gerhana bulan merupakan salah satu fenomena alam yang sering kita jumpai. Peristiwa alam ini terjadi apabila bulan beroposisi dengan matahari. Namun, oposisi bulan dengan matahari tidak akan selamanya menghasilkan peristiwa gerhana bulan.
Mengapa? Sebab kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar. Akan ada saat dimana terjadi perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika, yang kemudian akan menyebabkan munculnya dua titik yang juga dikenal dengan istilah node.
Nah, gerhana bulan akan terjadi apabila bulan beroposisi dengan titik nude tersebut. Dibutuhkan sekitar 29,53 hari sampai bulan bergerak dari satu titik ke titik oposisi lainnya.
2. Deretan Penjelas (Isi)
Faktanya, ketika terjadi gerhana bulan, sebenarnya terkadang penampakan bulan masih dapat terlihat. Hal ini disebabkan karena sinar matahari yang masih tersisa, berbelok menuju arah bulan oleh atmosfer bumi.
Sinar matahari yang dibelokkan itu tentu memiliki spektrum cahaya kemerahan, yang merupakan alasan mengapa saat peristiwa gerhana bulan, tampilan bulan akan terlihat lebih gelap, biasanya berwarna merah gelap, jingga atau bahkan coklat.
Untuk mengamati gerhana bulan, dapat Anda lakukan dengan mata telanjang tanpa adanya bahaya sedikit pun. Pada saat terjadi gerhana bulan, umat Islam yang melihat dan mengamati peristiwa gerhana tersebut disunnahkan untuk melakukan salat gerhana (salat khusuf).
3. Penutup (Interpretasi)
Ketika bayangan bumi menutupi sebagai atau seluruh penampang bulan, maka pada saat itulah akan terjadi gerhana bulan. Terutama ketika bumi menempati posisi di antara matahari dan bulan, dan berada pada satu garis lurus yang sama, yang kemudian membuat sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena dihalangi oleh posisi bumi saat itu.
Begitulah pembahasan lengkap mengenai pengertian teks eksplanasi yang dilengkapi dengan contoh singkat beserta strukturnya.

Menyusun Teks prosedur

A. Mengonstruksi Informasi dalam Teks Prosedur 


Teks prosedur tergolong teks paparan. Dalam konteks dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari – hari. Sebagi contoh. Pesawat televisi, mesin cuci, ata blender dls.
Teks prosedur adalah jenis teks yang menunjukan dan menjelaskan sebuah proses dalam membuat atau mengoperasikan sesuatu yang dikerjakan melalui langkah – langkah sistematis atau teratur.
Teks prosedur bertujuan untuk memberikan penjelasan tata cara melakukan, menggunakan, dan membuat sesuatu dengan sejelas - jelasnya.
Karakteristik atau ciri – ciri teks prosedur :

  1. 1. Berisikan langkah – langkah.
  2. 2. Disusun secara informatif.
  3. 3. Dijelaskan secara terperinci
  4. 4. Bersif objektif.
  5. 5. Menggunakan syarat atau pilihan.
  6. 6. Kalimat jelas, logis, dan singkat.

Urutan menyusun teks prosedur dengan baik dan benar.

  1. Menyusun dari hal – hal penting terlebih dahulu misalnya dalam menulis teks prosedur perjalanan terlebih dahulu jelaskan tujuan perjalanan. Kemudian baru menulis hal – hal kurang penting seperti beramah - tamah dengan penduduk sekitar yang dituju.
  2. Dari umum menuju khusus misalnya mesin cuci adalah alat modern yang digunakan untuk mencuci pakaian secara otomatis. Jenisnya ada dua yaitu mesin cuci bukaan depan (front load) dan mesin cuci bukaan atas (top load).
  3. Dari tahap awal hingga akhir secara berurutan misalnya prosedur mendirikan tenda, yakni mulai dari pemilihan tempat hingga pemasangan tenda atau penataan halaman perkemahan.
Langkah – langkah menyusun teks prosedur dengan baik dan benar.

  1. 1. Menentukan topik prosedur yang akan disusun.
  2. 2. Mengumpulkan sumber informasi, baik dari media cetak atau media elektronik.
  3. 3. Mengembangkan informasi yang telah dikumpulkan ke dalam langkah – langkah yang saling berkaitan.
  4. 4. Menyusun teks prosedur secara utuh.
Hal – hal yang harus diperhatikan dalam menyusun teks prosedur.
  • Gunakan kata atau kalimat yang sesuai dengan karakteristik teks prosedur.
  • Pastikan instruksi – instruksi / langkah – langkah yang anda berikan mudah dimengerti.
  • Sesuaikan bahasa yang akan anda gunakan dengan calon pembaca.
  • Urutkan instruksi secara sistematis agar seragam.

B. Pernyataan Umum dan Tahapan – Tahapan
Pernyataan umum misalnya : wawancara merupakan kesempatan untuk menggali kualifikasi calon pegawai secara mendalam.
Tahapan – tahapan saat wawancara misalnya :

  • melihat kecocokan dengan posisi yang ditawarkan,
  • ketika berkomunikasi harus bicara dengan jelas,
  • menyimak dengan baik apa yang disampaikan pewawancara,
  • sikap tubuh harus tegak,
  • jadilah diri sendiri,
  • hindari komunikasi yang panjang dan bertele – tele.

C. Struktur Teks Prosedur dan Unsur Kebahasaan Teks Prosedur.
Teks prosedur memiliki struktur berupa :

  1. Tujuan .Yang dimaksud tujuan adalah hasil akhir yng akan dicapai.
  2. Langkah – langkah. Sementara itu, langkah – langkah adalah cara – cara yang ditempuh agar tujuan tercapai.
Ciri ciri kebahasaan teks prosedur :


  1. Penanda wacana adalah perktaan atau rangakaian perkataan berfungsi untuk merangkai pernyataan selanjutnya. Contoh : pertama, lalu, setelah itu, kemudian, selanjutnya, dan akhirnya.
  2. Kata ganti (pronomina) adalah kata yang digunakan untuk menggantikan atau menamai benda atau seseorang. Contoh : ia, -nya, mereka, kita dan kami.
  3. Konjungsi (kata sambung atau penghubung). Contoh : jika, apabila, seandainya, kemudian dan setelah
  4. Kalimat imperatif, deklaratif, dan interogatif
  • Imperatif (kalimat perintah) berfungsi untuk meminta atau melarang seseorang melakukan sesuatu. Contoh : campurkan ketiga bahan secara proporsional.
  • Deklaratif (pernyataan) berfungsi memberi infomasi atau berita tentang sesuatu. Contoh : kaca untuk botol dibuat pasir dan abu soda.
  • Kalimat interogatif (pertanyaan) berfungsi untuk meminta informasi tentang sesuatu.. Contoh : apakah anda menyerahkan STNK kepada petugas ?

Cerpen



















Rabu, 13 November 2019

Soal bahasa Indonesia tentang cerpen


1. Berikut yang tidak termasuk nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen dalah ….
a. budaya
b. sosial
c. pendidikan
d. moral
e. amanat
Jawaban: e. amanat

2. Membaca cerpen tidak hanya mendapat hiburan semata, tetapi juga ada nila-nilai kehidupan yang dapat kita ambil dari cerpen tersebut. Salah satu nilai yang terkandung dalam cerpen adalah nilai agama (relegius) adalah ….
a. nilai yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan tuhan
b. nilai yang menyangkut atura-aturan yang terkait dengan hubungan antar manusia dengan Tuhan
c. nilai yang menyangkut masalah baik buruk, sopan santun, dan etika antar manusia
d. menyangkut masalah adat istiadat, kebiasaan, dan bahasa, dalam kehidupan sosialnya
e. nilai yang menyangkut hubungan antara manusia dengan orang lain dalam kehidupan
Jawaban: b. nilai yang menyangkut atura-aturan yang terkait dengan  hubungan antar manusia dengan Tuhan

3. Bacalah teks cerpen berikut!
(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.
Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
Jawaban: d. (4)

4. Nilai yang terdapat dalam cerpen yang menyangkut masalah baik buruk, sopan santun, dan etika antar manusia adalah nilai….
a. sosial
b. budaya
c. agama
d. politik
e. moral
Jawaban: e. moral

5. Perhatikan kalimat berikut!
Akhirnya Badu mengakui kekalahannya, kalimat tersebut termasuk pada nilai ….
a. moral
b. sosial
c. budaya
d. agama
e. pendidikan
Jawaban: a. moral

6. Bacalah teks berikut
“Hanafi, mudah-mudahan Tuhan mengampuni dosamu. Sebagai ibu yang engkau durhakai dengan lillaahitaala sudh rela mengampuni akan dikau.” Hanafi tergeletak tertawa seolah mencemooh pula,” Hai ibu, mengucap ibu dengan tulusnya barangkali ibu akan mendapatkan ilham, lalu dapat berkata dengan benar. Pada hematku ibulah juga yang banyak bersalah atas diriku.”
Nilai moral yang sesuai teks tersebut adalah ….
a. anak durhaka yang tidak perlu dicontoh
b. anak baik dan sopan santun
c. ibu yang durhaka
d. anak buruk hati
e. anak yang pamer
Jawaban: a. anak durhaka yang tidak perlu dicontoh

7. Nilai yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari adalah ….
a. Seorang ibu banyak berbuat salah pada anaknya
b. Seorang ibu mengampuni kesalahan aanaknya
c. Seorang ibu selalui didurhakai anaknya
d. Seorang ibu selalu membimbing anaknya
e. Seorang ibu selalu menyayangi anaknya
Jawaban: c. Seorang ibu selalui didurhakai anaknya

8. Nilai yang terkandung dalam cerpen yang berisi masalah adat istiadat, kebiasaan, dan bahasa dalam kehidupan sosial disebut nilai ….
a. sosial
b. budaya
c. agama
d. pendidikan
e. moral
Jawaban: b. budaya

9. Salah satu nilai yang terkandung dalam cerpen adalah nilai sosial. Nilai sosial adalah …
a. nilai yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan tuhan
b. nilai yang menyangkut aturan-aturan yang terkait dengan hubungan antara manusia dengan tuhan
c. nilai tang menyangkut masalahbaik buruk, sopan santun, dan etika antar manusia
d. menyangkut masalah adat istiadat, kebiasaan, dan bahasa dalam kehidupan sosialnya
e. nilai yang menyangkut hubungan antar manusia dengan orang lain dalam kehidupan
Jawaban: e. nilai yang menyangkut hubungan antar manusia dengan orang lain dalam kehidupan

10. Bacalah kutipan teks cerpen berikut!
Astaga, siapa orang-orang ini? Tampang mereka seperti orang-orang criminal. Namun, hak mereka sama dengan semua penumpang yang masuk taksiku. Aku tak perlu tahu urusan mereka. Barangkali juga tidak berhak tahu. Meskipun banyak juga yang aku tahu sebagai supir taksi.
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ….
a. kehati-hatian seseorang terhadap keadaan sekelilingnya.
b. ketakutan yang timbul akibat pengalaman masa lalu.
c. jangan berprasangka buruk hanya karena melihat penampilannya
d. ketidakpercayaan terhadap orang-orang di sekitarya
e. ketakutan melihat orang jahat
Jawaban: a. kehati-hatian seseorang terhadap keadaan sekelilingnya.

11. Bacalah kutipan teks cerpen berikut!
Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan, anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.
Tema dalam cerpen tersebut adalah ….
a. kehidupan seorang guru BK di sekolah
b. kesedihan seorang guru BK melihat kondisi siswanya
c. keinginan seorang guru BK untuk melaksanakan tuganya dengan baik
d. seorang guru BK yang ingin membantu mengatasi masalah siswanya
e. memerlukan penanganan khusus
Jawaban: d. seorang guru BK yang ingin membantu mengatasi masalah siswanya

12. Berdasarkan kutipan tersebut, tema cerpen termasuk masalah adalah ….
a. kemanusiaan
b. masalah pendidikan
c. kehidupan sosial
d. permasalahan ekonomi
e. kemiskinan
Jawaban: b. masalah pendidikan

13. Cara pengarang penyampaian tema cerpen adalah ….
a. melalui kisah hidup tokoh
b. narasi langsung oleh pengarang
c. melalui dialog
d. pendapat tokoh dalam cerita
e. melalui prolog
Jawaban: a. melalui kisah hidup tokoh

14. Tema yang terdapat dalam cerpen termasuk jenis tema ….
a. mayor
b. minor
c. sampingan
d. tunggal
e. ganda
Jawaban: d. tunggal

15. salah satu ciri alur cerpen yang baik adalah ….
a. memuat banyak konflik
b. berkembang sesuai dengan cerita
c. alur mengalir secara dramatik memuat masalah yang dibahas dari awal hingga akhir cerita secara konsisten
d. harus memuat masalah kemanusiaan
e. memuat kehidupan masa lampau
Jawaban: c. alur mengalir secara dramatik memuat masalah yang dibahas dari awal hingga akhir cerita secara konsisten

16. Pada tahapan yang penulis mulai memperkenalkan masalah yang akan dihadapi oleh tokoh utamanya disebut alur dalam tahapan ….
a. perkenalan
b. pemunculan masalah
c. menuju konflik
d. ketegangan
e. penyelesaian
Jawaban: b. pemunculan masalah
Bacalah kutipan teks berikut untuk 

menjawab  nomor 17-20!
Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaa, bukan kedinasan” “Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatian terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.

17. Sifat tokoh Larasati berdasarkan kutipan di atas adalah …
a. sabar dan penyayang
b. angkuh dan disiplin
c. tegas dan pemberani
d. penuh perhatiaan dan tegas
e. angkuh dan pemberani
Jawaban: d. penuh perhatiaan dan tegas

18. Karakter tokoh pak Usman dalam kutipan cerpen tersebut memiliki sifat ….
a. pendendam
b. keras kepala dan mudah marah
c. tidak bisa membedakan urusan dinas dan pribadi
d. ingin menang sendiri
e. pemurah
Jawaban: c. tidak bisa membedakan urusan dinas dan pribadi

19. Gambaran karakter tokoh Diah dalam cerpen tersebut adalah …
a. kuat menerima cobaan
b. mudah putus asa
c. lemah dan penuh penderitaan
d. trauma dalam menjalani kehidupan
e. sedih dan terharu
Jawaban: c. lemah dan penuh penderitaan

20. Kedudukan tokoh pak Usman dan Larasati dalam kutipan cerpen di atas adalah ….
a. tokoh antagonis, tokoh penengah
b. tokoh protagonis, tokoh penengah
c. tokoh antagonis, tokoh protagonis
d. tokoh protagonis, tokoh protagonis
e. tokoh antagonis, tokoh antagonis
Jawaban: c. tokoh antagonis, tokoh protagonis

Senin, 11 November 2019

B Indonesia

Kaidah Kebahasaan Dalam
Teks Ceramah

a. Kalimat Imperatif
Uraian isi ceramah biasanya mengandung kalimat kalimat yang berisi perintah larangan, permintaan, ajakan, dan harapan. Kalimat-kalimat tersebut dapat digolongkan dalam kalimat imperatif. Kalimat imperatif adalah Kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada seseorang atau sekelompok orang untuk melakukan sesuatu. Kalimat imperatif disebut juga kalimat perintah. Kalimat imperatif diakhiri tanda seru. Kalimat imperatif biasanya diucapkan dengan nada tinggi.

• Jenis kalimat imperatif atau kalimat perintah dapat diuraikan sebagai berikut.
1)  Perintah biasa
Kalimat imperatif perintah biasa adalah kalimat perintah yang menggunakan intonasi yang bervariasi mulai dari perintah yang lunak sampai dengan yang  sangat keras.
Contoh:
• Kerjakanlah pekerjaan yang mudah terlebih dahulu!
2) Permintaan
Kalimat imperatif permintaan merupakan kalimat perintah halus karena orang yang menyuruh bersikap merendah. Kalimat permintaan biasanya menggunakan kata tolong.
Contoh:
• Tolong sampaikan keluhan kami kepada pimpinan anda!
3) Mengizinkan
Kalimat imperatif mengizinkan adalah kalimat perintah biasa yang ditambahkan dengan pernyataan yang mengungkapkan pemberian izin.
Contoh:
• Silakan mengambil barang-barang yang anda butuhkan!
4) Ajakan
Kalimat imperatif ajakan merupakan kalimat perintah yang didahului oleh kata-kata ajakan, seperti marilah, Baiklah, dan ayo.
Contoh:
 • Ayo, kita tanamkan sikap disiplin dalam kehidupan!
5) Besyarat
Kalimat imperatif bersyarat adalah kalimat perintah yang mengandung syarat untuk terpenuhinya sesuatu.
Contoh:
 •Bantulah mereka, pasti beban anda akan berkurang!
6) Sindiran
Kalimat imperatif sindiran adalah kalimat perintah yang mengandung ejekan karena yakin bahwa yang diperintahkan tidak akan mampu melaksanakan yang diperintahkan.
Contoh:
• Masukkan tangan anda ke dalam tumpukan es itu jika ingin merasakan beku!
7) Larangan
Kalimat imperatif larangan merupakan kalimat perintah yang melarang seseorang melakukan sesuatu. Pada umumnya kalimat ini menggunakan kata dilarang atau jangan.
Contoh:
• Jangan membuat keributan di tempat ibadah!
8) Saran
Kalimat perintah yang bermakna menyuruh atau meminta seseorang melakukan sesuatu dengan cara memberikan saran. Kalimat ini ditandai dengan kata seharusnya dan sebaiknya.
Contoh:
• Sebaiknya anda belajar menghormati orang yang lebih tua.

b. Kata Ganti
Dalam ceramah biasanya digunakan kata ganti orang pertama tunggal dan orang kedua jamak sebagai sapaan. Kata ganti orang pertama, yaitu saya dan aku.  Penceramah yang mengatasnamakan kelompok dapat menggunakan kata ganti kami. Kata sapaan yang sering digunakan, misalnya hadirin, kalian, bapak-bapak, ibu-ibu, dan saudara-saudara.
Contoh:
• Saudara-saudara, Mari kita tingkatkan kebiasaan untuk menjaga kebersihan di sekitar lingkungan rumah tinggal.

c. Kata-Kata Teknis/Peristilahan
Kata-kata teknis atau peristilahan bisa digunakan dalam ceramah. Kata-kata teknis atau peristilahan tersebut berhubungan dengan topik yang dibahas. Apabila ceramah tersebut membahas masalah medis, istilah atau kata yang muncul, misalnya aborsi, anemia, diabetes kanker, dan kronis.
Contoh:
• Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. DBD disebut juga penyakit break Bone karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot yang menyebabkan tulang terasa retak. DBD paling banyak ditemukan Selama musim hujan dan setelah musim hujan di area tropis dan subtropis. Ada tiga jenis demam berdarah klasik, dengeu hemorrhagic fever, dan dengeu shock syondrome.
Setiap jenis DBD memiliki gejala yang berbeda.

d. Kata Kerja Mental
Kata kerja mental adalah kata kerja yang terdiri atas kata kerja yang menerangkan persepsi, afeksi, dan kognisi. Kata kerja persepsi adalah kata kerja yang berkaitan dengan pancaindra. Kata kerja afeksi berkaitan dengan perasaan psikologis, seperti marah, sedih, khawatir, dan senang. Kata kerja kognisi berkaitan dengan proses memahami sesuatu, seperti berpikir, mengerti, memahami, memperkirakan, dan menduga.
Contoh:
• Kita harus bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang.

e. Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat majemuk yang memiliki hubungan bertingkat antara klausa atau kalimat yang membentuknya. Artinya, kalimat yang satu menerangkan kalimat yang lain. Dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat induk kalimat dan anak kalimat. Induk kalimat merupakan bagian yang di anggap lebih tinggi kedudukannya daripada anak kalimat.
Berikut jenis dan contoh kalimat majemuk bertingkat.
1) Hubungan “waktu”
Kalimat majemuk hubungan waktu menunjukan adanya hubungan waktu antara induk kalimat dengan anak kalimat. Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata penghubung sejak, ketika, sebelum, hingga, selama, sesudah, sampai, sambil.
Contoh:
Orang tua mengajarkan sikap disiplin sejak kecil.
2) Hubungan “syarat”
Kalimat majemuk hubungan syarat menyatakan bahwa anak kalimat sebagai syarat terlaksananya induk kalimat. Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata penghubung jika, kalau, asalkan, apabila.
Contoh:
Apabila sikap tanggung jawab sudah melekat pada diri sendiri, kita akan merasa tenang dalam melakukan sesuatu.
3) Hubungan “ pengandaian”
Kalimat majemuk hubungan pengandaian menyatakan bahwa anak kalimat sebagai andaian atau impian jika terlaksananya induk kalimat. Kata penghubung yang digunakan yaitu seandainya, andaikan, sekiranya.
Contoh:
Pendidikan karakter anak dapat terbentuk dengan baik seandainya orang tua dapat bersungguh-sungguh dalam mendidik anak-anaknya.
4) Hubungan ‘tujuan’
Kata majemuk hubungan tujuan menyatakan bahwa anak kalimat sebagai tujuan atau harapan terlaksananya induk kalimat. Kata penghubung yang digunakan yaitu agar, supaya, biar, untuk.
Contoh:
Nilai-nilai kesopanan perlu ditanamkan agar anak mengerti cara berperilaku yang sopan kepada orang lain.
5) Hubungan ‘konsesif’
Kata majemuk hubungan konsesif menyatakan bahwa anak kalimat tidak akan mengubah yang dinyatakan dalam induk kalimat. Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata penghubung walaupun, meskipun, sekalipun, sungguhpun, kendatipun.
Contoh:
Walaupun berat, kita harus menanamkan sifat jujur
6) Hubungan ‘perbandingan’
Kalimat majemuk hubungan perbandingan menyatakan bahwa anak kalimat sebagai perbandingan atau mirip dengan induk kalimat. Kalimat majemuk ini menggunakan kata penghubung seperti, ibarat, laksana, sebagaimana, daripada, alih-alih.
Contoh:
Hidup itu ibarat roda yang berputar.
7) Hubungan ‘sebab’ atau ‘alasan’
Kalimat majemuk hubungan sebab atau alasan menyatakan bahwa anak kalimat sebagai sabab atau alasan terjadinya induk kalimat. Kata penghubung yang digunakan yaitu sebab, karena, akibat, oleh karena.
Contoh:
Kita harus menerima segala sesuatu rasa syukur karena Allah Swt. Akan menambah nikmat.
8) Hubungan ‘akibat’ atau ‘alasan’
Kalimat majemuk hubungan akibat atau hasil menyatakan bahwa anak kalimat sebagai hasil atau akibat yang dinyatakan dalam induk kalimat. Kata penghubung yang menandai yaitu sehingga, sampai, maka, sampai-sampai.
Contoh:
Pada saat ini generasi muda mulai menginggalkan bahasa daerah sehingga bahasa daerah mulai punah.
9) Hubungan ‘cara’
Kalimat majemuk hubungan cara menyatakan bahwa anak kalimat sebagai cara pelaksanaan dari yang dinyatakan dalam induk kalimat. Kalimat majemuk ini ditandai kata penghubung dengan, tanpa.
Contoh:
Maisa membuat laporan itu dengan teliti.
10) Hubungan ‘sangkalan’
Kalimat majemuk hubungan sangkalan menyatakan bahwa anak kalimat merupakan penyangkalan yang dinyatakan dalam induk kalimat. Kata penghubung yang digunakan yaitu seolah-olah, seakan-akan.
Contoh:
Jihan terlihat bahagia seolah-olah tidak ada masalah yang menimpanya.
11) Hubungan ‘kenyataan’
Kalimat majemuk hubungan kenyataan menyatakan bahwa anak kalimat sebagai kenyataan yang dinyatakan dalam induk kalimat. Kata penghubung yang digunakan yaitu padahal, sedangkan.
Contoh:
Helmi pura-pura bahagia, padahal hatinya terluka.
12) Hubungan ‘penjelasan’ atau ‘komplementasi’
Kalimat majemuk hubungan penjelasan atau komplementasi menyatakan bahwa anak kalimat melengkapi yang dinyatakan dalam verba induk kalimat. Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata penghubung bahwa.
Contoh:
Karina mengatakan bahwa permasalahan dalam hidup itu memberikan banyak arti.
13) Hubungan ’atributif’
Kalimat majemuk hubungan atributif menyatakan bahwa anak kalimat sebagai atribut atau pewatas yang dinyatakan dalam induk kalimat. Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata penghubung yang.
Contoh:
Nenek yang duduk di samping ibu, telah berusia 90 tahun.
14) Hubungan ‘lebih’
Kalimat mejemuk hubungan lebih menyatakan bahwa anak kalimat melebihi yang dinyatakan dalam induk kalimat. Kata penghubung yang digunakan kalimat mejemuk ini yaitu bahkan.
Contoh:
Huda anak nakal, bahkan ia berani membantah orang tua.
15) Hubungan ‘perkecualian’
Kalimat majemuk hubungan perkecualian menyatakan bahwa anak kalimat merupakan perkecualian dari pernyataan dalam induk kalimat. Kata penghubung yang digunakan yaitu kecuali, selain.
Contoh:
Semua permainan di taman bermain boleh digunakan, kecuali bianglala.

Simpulan isi ceramah
Mendengarkan ceramah tidak hanya membutuhkan konsentrasi sepanjang ceramah berlangsung. Materi ceramah biasanya berisi aspek-aspek penting. Namun, dari aspek-aspek penting tersebut ada yang bisa dicatat sebagai inti atau pokok-pokok isi ceramah. Selain catatan tentang pokok-pokok ceramah itu sangat berguna, mencatat pada saat mendengarkan ceramah bisa menjadi sarana menjaga keilmiahan ceramah.
Pada akhir kegiatan mendengarkan ceramah, anda harus dapat membuat simpulan tentang isi ceramah yang telah didengarkan. Kegiatan ini tentu dilakukan sebagai pengukur apakah ceramah yang disimak dapat dipahami atau tidak. Kegiatan menyimpulkan isi ceramah diawali dari hasil catatan pokok isi ceramah dan membuat simpulanmya. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam menyimpukan isi ceramah sebagai berikut.
a. Simpulan harus memuat seluruh pokok ceramah.
b. Simpulan tidak menyimpang dari isi ceramah.
c. Simpulan bukan komentar, melainkan ringkasan isi ceramah.